Sebuah perjalanan pendidikan Ursulin di Surabaya: berakar pada iman, bertumbuh dalam kebersamaan, dan melayani dengan semangat Serviam.
Di jantung Kota Pahlawan, karya pendidikan Ursulin di Surabaya telah berakar sejak abad ke-19. Para Suster Ursulin pertama tiba di Surabaya pada 14 Oktober 1863 dan memulai karya pendidikan di Kepanjen. Dari tempat sederhana itu, semangat pelayanan, keberanian, dan cinta terhadap pendidikan mulai bertumbuh menjadi warisan besar bagi generasi muda Surabaya.
Perjalanan menuju Darmo dimulai ketika kebutuhan akan sekolah menengah di Jawa Timur semakin terasa. Dengan keberanian besar, Suster Augustine Korndörfer, OSU bersama Komunitas Kepanjen membeli tanah seluas 14.000 m² di Jalan Raya Kupang pada 27 Februari 1920. Dari lahan yang saat itu masih dikelilingi sawah, tumbuhlah karya pendidikan menengah Ursulin yang menjadi akar SMA Santa Maria Surabaya.
H.B.S. kelas I mulai berjalan pada bulan Juni 1920 dengan 21 murid. Karena gedung di Kupang masih dibangun, kegiatan belajar untuk sementara berlangsung di Kepanjen. Sekolah baru itu memakai nama K.W.S. atau Koningen Wilhelmina School, dengan Suster Dominica Portmans, OSU sebagai kepala sekolah pertama.
Pada 26 Juni 1922, gedung baru di Raya Kupang diberkati dan dibuka secara resmi. Tahun ajaran baru pada 1 Juli 1922 dimulai dengan 228 murid. Sesudah masa perang dan perubahan zaman, pada tahun ajaran baru 1951 Santa Maria memulai SMA kelas I bagian B atau Ilmu Pasti. Inilah titik penting yang menjadi dasar perayaan 75 tahun SMA Santa Maria Surabaya pada tahun 2026.
Gedung H.B.S. di Raya Kupang, cikal bakal pendidikan menengah Ursulin di Darmo.
Dari akar karya Ursulin di Kepanjen hingga 75 tahun SMA Santa Maria Surabaya, setiap masa menyimpan kisah keberanian, pelayanan, dan pembaruan.
Lima Suster Ursulin tiba di Surabaya dan memulai karya pendidikan di Kepanjen.
Suster Augustine Korndörfer, OSU bersama Komunitas Kepanjen membeli tanah 14.000 m² di Raya Kupang untuk membangun H.B.S.
H.B.S. kelas I dimulai dengan 21 murid. Suster Dominica Portmans, OSU menjadi kepala sekolah pertama.
Gedung baru di Raya Kupang diberkati pada 26 Juni 1922. Tahun ajaran baru pada 1 Juli 1922 dimulai dengan 228 murid.
Santa Maria memulai SMA kelas I bagian B atau Ilmu Pasti. Inilah tonggak perjalanan 75 tahun SMA Santa Maria Surabaya.
Santa Maria Surabaya mendirikan Yayasan Paratha Bhakti, yang berarti siap untuk berbakti.
Santa Maria membuka jurusan A sehingga memiliki kelengkapan jurusan A, B, dan C.
SMA Santa Maria mulai menerima siswa putra, membuat kehidupan sekolah semakin dinamis.
SMA Santa Maria mendapat predikat baik sekali dalam Akreditasi Sekolah.
SMA Santa Maria menerima Sertifikat ISO 9001:2000 Sistem Manajemen Mutu.
Momentum syukur untuk terus membentuk manusia utuh dalam semangat Serviam, Insieme, dan Human First in AI Era.
Perjalanan SMA Santa Maria Surabaya tidak dapat dilepaskan dari pribadi-pribadi yang menanamkan keberanian, ketekunan, dan cinta pada pendidikan.
Perintis Biara dan Sekolah Menengah Ursulin di Darmo
Dengan keberanian iman dan visi pendidikan yang jauh ke depan, Suster Augustine Korndörfer, OSU memimpin langkah besar pembelian tanah di Raya Kupang pada 27 Februari 1920. Dari lahan yang saat itu masih dikelilingi sawah, tumbuhlah karya pendidikan menengah Ursulin yang menjadi akar SMA Santa Maria Surabaya.
Kepala Sekolah H.B.S. Pertama di Surabaya
Suster Dominica Portmans, OSU menjadi kepala sekolah pertama K.W.S./H.B.S. di Surabaya. Ia hadir dalam masa awal yang sederhana, ketika kelas pertama dimulai dengan 21 murid dan proses belajar masih berlangsung di Kepanjen.
Permulaan tahun ajaran baru H.B.S. di Darmo, 1 Juli 1922, dengan 228 murid.
Ruang boleh berubah, zaman boleh berganti, tetapi semangat Serviam tetap menjadi jiwa pendidikan SMA Santa Maria Surabaya.
Dari jejak gedung lama menuju wajah sekolah masa kini.
Warisan pendidikan Ursulin tidak berhenti pada pengetahuan akademik. SMA Santa Maria Surabaya mendampingi peserta didik agar bertumbuh sebagai pribadi yang utuh: beriman, berkarakter, peduli, cakap, dan siap melayani.
Setiap peserta didik diyakini sebagai pribadi yang unik, berharga, dan memiliki potensi untuk berkembang. Pendidikan diarahkan untuk menumbuhkan karakter, kepercayaan diri, kemampuan berpikir, serta kepedulian terhadap sesama.
Insieme berarti berjalan, belajar, bertumbuh, dan melayani bersama. Semangat ini dibangun melalui relasi yang saling menghargai, membantu, menguatkan, dan bertanggung jawab satu sama lain.
SMA Santa Maria Surabaya menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, iman, karakter, keterampilan, dan nilai kemanusiaan.
Pendidik hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan, fasilitator, motivator, dan pendamping pertumbuhan peserta didik.
Teknologi dan kecerdasan buatan dipandang sebagai sarana untuk mendukung pertumbuhan manusia. AI memberi kecepatan, tetapi nilai Serviam memberi arah.
Dari generasi ke generasi, SMA Santa Maria Surabaya bertumbuh melalui keteladanan para pendidik dan kepala sekolah yang menjaga nyala Serviam.
Jejak para kepala sekolah dan pendidik yang mengiringi perjalanan SMA Santa Maria Surabaya.
Data nama kepala sekolah berdasarkan arsip sekolah.
SMA Santa Maria Surabaya hari ini terus menghidupi warisan pendidikan Ursulin: membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, berpengetahuan, peduli, dan siap melayani dalam dunia yang terus berubah. Dari gedung lama H.B.S. hingga wajah sekolah masa kini, semangat yang sama tetap menyala: SERVIAM — Saya Mengabdi.
Berakar pada Serviam
Bertumbuh dalam Insieme
Bergerak Human First in AI Era
Mars SMA Santa Maria menjadi nyanyian yang menyatukan kenangan, identitas, dan semangat Serviam lintas generasi.
Mars SMA Santa Maria
SMA Santa Maria Surabaya, Tempat kami mengolah diri. Berdoa, belajar dengan gembira Demi masa depan yang cerah. SMA Santa Maria Surabaya, Tempat kami berteguh janji Dalam s'mangat kasih penuh cinta Tertanam SERVIAM di dada Amalkan kasih karunia bagi bangsa Indonesia Di dalam doa Santa Maria hadapi segala tantangan. SMA Santa Maria Surabaya, Bangunlah! Maju terus Seturut teladan Santa Angela Pancarkan kebenaran Hiduplah SMA Santa Maria Surabaya Kini dan sepanjang masa.
Jawab 7 pertanyaan singkat tentang perjalanan SMA Santa Maria Surabaya, raih skor terbaik, dan masuk Hall of Fame hari ini.
Baca Timeline DuluData ini hanya untuk ditampilkan di Hall of Fame hari ini.
Nama tidak valid.
Usia harus 6–80 tahun.
Asal sekolah tidak valid.
Memuat Hall of Fame...
Dari jejak H.B.S. di Darmo hingga SMA Santa Maria Surabaya hari ini, semangat Serviam terus menjadi arah: membentuk pribadi yang utuh, berani, peduli, dan siap melayani.